Leptospirosis (4A)
Leptospirosis (4A)
Masalah Kesehatan
Leptospirosis
adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interogans dan memiliki
manifestasi klinis yang luas. Spektrum klinis mulai dari infeksi yang tidak
jelas sampai fulminan dan fatal. Pada jenis yang ringan, leptospirosis dapat
muncul seperti influenza dengan sakit kepala dan myalgia. Tikus adalah
reservoir yang utama dan kejadian leptospirosis lebih banyak ditemukan pada
musim hujan.
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan:
Demam disertai
menggigil, sakit kepala, anoreksia, mialgia yang hebat pada betis, paha dan
pinggang disertai nyeri tekan. Mual, muntah, diare dan nyeri abdomen,
fotofobia, penurunan kesadaran
Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang
sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
1.
Febris
2.
Ikterus
3.
Nyeri tekan pada otot
4.
Ruam kulit
5.
Limfadenopati
6.
Hepatomegali dan splenomegali
7.
Edema
8.
Bradikardi relatif
9.
Konjungtiva suffusion
10.
Gangguan perdarahan
berupa petekie, purpura,
epistaksis dan
perdarahan gusi
11.
Kaku kuduk sebagai tanda meningitis
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
1.
Darah rutin: jumlah leukosit antara
3000-26000/μL, dengan pergeseran ke kiri, trombositopenia yang ringan terjadi
pada 50% pasien dan dihubungkan dengan gagal ginjal.
2.
Urin rutin: sedimen urin (leukosit, eritrosit,
dan hyalin atau granular) dan proteinuria ringan, jumlah sedimen eritrosit
biasanya meningkat.
Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis dapat ditegakkan pada
pasien dengan demam tiba-tiba, menggigil terdapat tanda konjungtiva suffusion,
sakit kepala, mialgia, ikterus dan nyeri tekan pada otot. Kemungkinan tersebut
meningkat jika ada riwayat bekerja atau terpapar dengan lingkungan yang
terkontaminasi dengan kencing tikus.
Diagnosis Banding
1.
Demam dengue,
2.
Malaria,
3.
Hepatitis virus,
4. Penyakit rickettsia.
Penatalaksanaan komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1.
Pengobatan suportif dengan observasi ketat untuk
mendeteksi dan mengatasi keadaan dehidrasi, hipotensi, perdarahan dan gagal
ginjal sangat penting pada leptospirosis.
2.
Pemberian antibiotik harus dimulai secepat
mungkin. Pada kasus-kasus ringan dapat diberikan antibiotik oral seperti
doksisiklin, ampisilin, amoksisilin atau
eritromisin. Pada kasus leptospirosis berat diberikan dosis tinggi penisilin
injeksi.
Komplikasi
1.
Meningitis
2.
Distress respirasi
3.
Gagal ginjal karena renal interstitial tubular
necrosis
4.
Gagal hati
5.
Gagal jantung
Konseling dan Edukasi
1.
Pencegahan leptospirosis khususnya didaerah
tropis sangat sulit, karena banyaknya hospes perantara dan jenis serotipe. Bagi
mereka yang mempunyai risiko tinggi untuk tertular leptospirosis harus
diberikan perlindungan berupa pakaian khusus yang dapat melindunginya dari
kontak dengan bahan-bahan yang telah terkontaminasi dengan kemih binatang
reservoir.
2.
Keluarga harus melakukan pencegahan
leptospirosis dengan menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar
dari tikus, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, mencuci tangan, kaki
serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/
sampah/ tanah/ selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya.
Rencana Tindak Lanjut
Kasus harus dilaporkan ke dinas
kesehatan setempat.
Kriteria Rujukan
Pasien segera dirujuk ke pelayanan
sekunder (spesialis penyakit dalam) yang memiliki fasilitas hemodialisa setelah
penegakan diagnosis dan terapi awal.
Peralatan
Pemeriksaan darah dan urin rutin
Prognosis
Prognosis jika pasien tidak
mengalami komplikasi umumnya adalah dubia
ad bonam.
Referensi
1.
Zein, Umar.
Leptospirosis. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III edisi IV. Jakarta:
Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
dalam FKUI. 2006.
Hal 1823-5. (Sudoyo, et al., 2006)
2.
Cunha, John P. Leptospirosis. 2007. Available at:
(Cunha, 2007) 3. Dugdale, David C. Leptospirosis.
2004.Available at: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001376.htm.
Accessed
December 2009. (Dugdale, 2004)
Comments
Post a Comment