Varisela (4A)
Varisela (4A)
Masalah Kesehatan
Infeksi akut primer oleh virus
Varicella zoster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala
konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral
tubuh. Masa inkubasi 14-21 hari. Penularan melalui udara (air-borne) dan kontak langsung.
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian disusul timbulnya
lesi kulit berupa papul eritem yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi
vesikel. Biasanya disertai rasa gatal.
Faktor Risiko
1.
Anak-anak.
2.
Riwayat kontak dengan penderita varisela.
3.
Keadaan imunodefisiensi.
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Tanda Patognomonis
Erupsi kulit berupa papul
eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk
vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear
drops). Vesikel akan menjadi keruh dan kemudian menjadi krusta. Sementara
proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel-vesikel baru yang menimbulkan
gambaran polimorfik khas untuk varisela. Penyebaran terjadi secara sentrifugal,
serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran napas atas.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan, pemeriksaan mikroskopis dengan menemukan
sel Tzanck yaitu sel datia berinti
banyak.
Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik.
Diagnosis Banding
1.
Variola
2.
Herpes simpleks disseminata
3.
Coxsackievirus
4.
Rickettsialpox
Komplikasi
Pneumonia, ensefalitis, hepatitis,
terutama terjadi pada pasien dengan gangguan imun. Varisela pada kehamilan
berisiko untuk menyebabkan infeksi intrauterin pada janin, menyebabkan sindrom
varisela kongenital.
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1.
Gesekan kulit perlu dihindari agar tidak mengakibatkan
pecahnya vesikel. Selain itu, dilakukan pemberian nutrisi TKTP, istirahat dan
mencegah kontak dengan orang lain.
2.
Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi.
Aspirin dihindari karena dapat menyebabkan Reye’s
syndrome.
3.
Losio kalamin dapat diberikan untuk mengurangi gatal.
4.
Pengobatan antivirus oral, antara lain:
a.
Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20
mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg), atau
b. Valasiklovir:
dewasa 3 x 1000 mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif
diberikan pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.
Konseling dan Edukasi
Edukasi bahwa varisella merupakan penyakit yang self-limiting pada anak yang
imunokompeten. Komplikasi yang ringan dapat berupa infeksi bakteri sekunder.
Oleh karena itu, pasien sebaiknya menjaga kebersihan tubuh. Penderita sebaiknya
dikarantina untuk mencegah penularan.
Kriteria Rujukan
1.
Terdapat gangguan imunitas
2.
Mengalami komplikasi yang berat seperti pneumonia,
ensefalitis, dan hepatitis.
Peralatan
Lup
Prognosis
Prognosis pada pasien dengan imunokompeten adalah bonam, sedangkan pada pasien dengan
imunokompromais, prognosis menjadi dubia
ad bonam.
Referensi
1.
Djuanda, A., Hamzah, M., Aisah, S. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi
kelima. Jakarta. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2.
James, W.D., Berger, T.G., Elston, D.M. 2000. Andrew’s Diseases of the Skin: Clinical
Dermatology. 10th Ed. Canada. Saunders Elsevier.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. 2011. Pedoman Pelayanan Medik. Jakarta.

Comments
Post a Comment