Infeksi Pada Umbilikus (Omphalitis) (4A)
Infeksi Pada
Umbilikus (Omphalitis) (4A)
Masalah Kesehatan
Tali pusat
biasanya lepas pada hari ke-7 setelah lahir dan luka baru sembuh pada hari
ke-15. Infeksi pada tali pusat atau jaringan kulit di sekitar perlu dikenali
secara dini dalam rangka mencegah sepsis.
Hasil Anamnesis(Subjective)
Keluhan
Panas, rewel,
tidak mau menyusu.
Faktor Risiko
1.
Imunitas seluler dan humoral belum sempurna
2.
Luka umbilikus
3.
Kulit tipis sehingga mudah lecet
Faktor Predisposisi
Pemotongan dan perawatan tali
pusat yang tidak steril
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Sederhana(Objective)
Pemeriksaan Fisik
1.
Ada tanda tanda infeksi di sekitar tali pusat
seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri,
dan mengeluarkan pus yang berbau busuk.
2.
Infeksi tali pusat lokal atau terbatas: bila
kemerahan dan bengkak terbatas pada daerah kurang dari 1cm di sekitar pangkal
tali pusat.
3.
Infeksi tali pusat berat atau meluas: bila
kemerahan atau bengkak pada tali pusat meluas melebihi area 1 cm atau kulit di
sekitar tali pusat bayi mengeras dan memerah serta bayi mengalami pembengkakan
perut.
4.
Tanda sistemik: demam, takikardia, hipotensi,
letargi, somnolen, ikterus
Pemeriksaan Penunjang: -
Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik. Adanya tanda-tanda infeksi di sekitar umblikus
seperti bengkak, kemerahan dan kekakuan. Pada keadaan tertentu ada lesi
berbentuk impetigo bullosa.
Diagnosis Banding
1.
Tali pusat normal dengan akumulasi cairan berbau
busuk, tidak ada tanda tanda infeksi (pengobatan cukup dibersihkan dengan
alkohol)
2.
Granuloma-delayed
epithelialization / Granuloma keterlambatan proses epitelisasi karena
kauterisasi
Komplikasi
1.
Necrotizing
fasciitis dengan tanda-tanda: edema, kulit tampak seperti jeruk (peau d’orange appearance) di sekitar
tempat infeksi, progresivitas cepat dan dapat menyebabkan kematian maka
kemungkinan menderita
2.
Peritonitis
3.
Trombosis vena porta
4.
Abses
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1.
Perawatan lokal
a.
Pembersihan tali pusat dengan menggunakan
larutan antiseptik (Klorheksidin atau iodium povidon 2,5%) dengan kain kasa
yang bersih delapan kali sehari sampai tidak ada nanah lagi pada tali
pusat.
b.
Setelah dibersihkan, tali pusat dioleskan dengan
salep antibiotik 3-4 kali sehari.
2.
Perawatan sistemik
Bila tanpa gejala sistemik, pasien diberikan
antibiotik seperti kloksasilin oral selama lima hari. Bila anak tampak sakit,
harus dicek dahulu ada tidaknya tanda-tanda sepsis. Anak dapat diberikan
antibiotik kombinasi dengan aminoglikosida. Bila tidak ada perbaikan,
pertimbangkan kemungkinan Meticillin
Resistance Staphylococcus aureus (MRSA).
Kontrol
kembali bila tidak ada perbaikan atau ada perluasan tanda-tanda infeksi dan
komplikasi seperti bayi panas, rewel dan mulai tak mau makan.
Rencana tindak
lanjut: -
Kriteria Rujukan
1.
Bila intake
tidak mencukupi dan anak mulai tampak tanda dehidrasi
2.
Terdapat tanda komplikasi sepsis
Peralatan
Tidak diperlukan peralatan khusus
untuk mendiagnosis penyakit infeksi pada umbilikus.
Prognosis
Prognosis jika pasien tidak
mengalami komplikasi umumnya dubia ad bonam.
Referensi
1.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2003. Infeksi Tali Pusat dalam Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir.
Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
(Ikatan Dokter Anak Indonesia,
2003)
2.
Peadiatrics Clerkship University. The University
of Chicago.
Comments
Post a Comment